Angsa hitam obat alergi yang paling baik apa yah, rahistin

Obat Alergi yang paling baik apa yah.

KAdang-kadang secara nggak sengaja kita mengalami suatu gatal-gatal di seluruh badan. Sering disebut alergi. Entah itu alergi terhadap makanan tertentu seperti ikan, udang, dll. Bahkan ada juga yang alergi karena perubahan cuaca. Kalo sudah begitu. apa ya obat untuk alergi yang paling tepat.

DI apotek biasanya saya menyarankan beberapa pilihan obat alergi mulai dari yang ringan sampai yang bagus. Untuk obat alergi yang paling murah adalah CTM. Atau biasa disebut obat tidur. Cukup minum 1 tablet biasanya alergi sudah hilang. Namun efek sampingnya bikin ngantuk. JAdi kalau minum obat ini. kita harus siap-siap pergi ke "pulau kapuk" alias tidur. he..he..

Obat CTM ini harganya murah banget dan bisa dijual bebas kok. Aku pernah pengalaman sewaktu KKN di Blora JAwa Tengah. Di situ ada satu kasus penduduknya gatal-gatal. Kemudian aku kasih CTM. hilang deh gatalnya. sampai-sampai aku dikira pak dokter. he..he..he.

Berikutnya untuk obat alergi yang lain adalah Incidal, Dextamin, rahistin, interhistin, alloris. Silahkan memakai salah satu saja. Biasanya untuk alergi yang agak berat yang tidak mempan pakai CTM. bisa memakai obat-obat tersebut diatas. Dengan dosis sehari maksimal 3 kali 1 tablet setiap minum. Insya Allah alerginya akan sembuh.

Terus..gimana ya cara mencegah biar nggak muncul alergi lagi.

Cara mencegah alergi yaitu dengan menghindari faktor pencetusnya. KAlau makanan ya hindari makanan tertentu. Kalau cuaca. ya hindari cuaca yang ekstrim dingin atau panas.

Oke. segitu dulu tips mengobati alergi kali ini..bila ada pertanyaan silahkan kontak saya atau tulis komentar disini. Insya Allah akan saya balas.

Oh ya bagi yang ingin belajar bisnis online dan berpeluang menghasilkan uang dari internet. silahkan kunjungi link ini.

Just share lapimox, obat untuk infeksi usus hingga gonore, lapimox

Deskripsi

Lapimox mengandung amoxycillin trihydrate. Amoxycillin digunakan untuk mengobati berbagai macam infeksi bakteri. Obat ini adalah golongan antibiotik jenis penisilin. Obat ini bekerja dengan menghentikan pertumbuhan bakteri.

Antibiotik ini hanya bekerja untuk infeksi bakteri dan tidak akan bekerja untuk infeksi virus, seperti virus flu. Penggunaan yang tidak perlu atau penyalahgunaan antibiotik apapun dapat menyebabkan efektivitasnya menurun.

Amoksisilin juga dapat digunakan dengan obat lain untuk mengobati lambung atau tukak usus yang disebabkan oleh H. pylori bakteri dan untuk mencegah kekambuhan ulkus. Obat ini hanya dapat diperoleh dengan resep dokter.

Indikasi

1. Infeksi dari jaringan saluran pernapasan 2. Infeksi usus 3. Infeksi telinga, hidung, tenggorokan (THT) 4. Infeksi kulit dan jaringan lunak 5. Tipus 6. Demam paratifoid 7. Gonore

Dosis

1. Dewasa: 250-500 mg tiap 8 jam. 2. Anak: 25-50 mg/kg berat badan per hari dalam 3 dosis terbagi. 3. Infeksi parah: dosis ganda.

Komposisi

Mengandung amoxycillin trihydrate.

Fda membatasi penggunaan simvastatin 80mg, mersivas

sebelum aku mulai bercerita tentang hal yang diatas, bagi yang belum tau apa itu FDA, FDA atau Food and Drug Administration adalah suatu badan yang berwenang di Amerika yang mengatur peredaran obat, makanan dan kosmetik ya semacam BPOM-nya Amerikalah. mereka rutin sekali melakukan penelitian, pengecekan dan memberikan guideline dan sering juga menerbitkan buku yang dikenal dengan USP (US Pharmacopea) yang merupakan buku yang cukup penting untuk kalangan farmasi mulai dari analisis senyawa obat dll, selain itu mereka juga sering memberian peringatan atau me-recall sesuatu obat atau makan yang ternyata setelah di teliti memberikan efek yang merugikan bagi masyarakat Amerika, ya klo di indonesia kayanya hal tersebut kurang begitu diperhatikan ya. sama pemangku kebijakan dan mereka yang berperan

hehe lanjut dengan apa itu simvastatin. simvastatin itu adalah suatu obat yang digunakan untuk treatment orang yang menderita hiperlipidemia (terlalu banyaknya lipid dalam darah) dan lipid bukan selalu identik dengan lemak lho ya. dan jangan pula disalah artikan bahwa orang dengan berat badan yang tinggi memiliki hiperlipidemia lho ya??. dan jangan pula menggunakan simvastatin untuk obat diet karena itu salah besar hehehe. simvastatin sendiri memiliki beberapa macam kekuatan sediaan (beda lho antara kekuatan sediaan dengan dosis) antara lain5 mg; 10mg; 20 mgl; 40 mg dah 80 mg. merk simvastatin (karena simvastatin adalah nama generik) antara lain Cholestat®. Detrovel ®, Ethicol®. Phalol®. Mersivas®. Sinova®. Valemia®. Vidastat®. Zocor® dan lain-lain (ane ndak hapal gan klo yang branded soalnya buaaaaanyyyykkkkkk banget)

akibat hiperlipidemia pada pembuluh darah

nah yang menjadi masalah pada penggunaan simvastatin dosis tinggi adalah terjadinya kerusakan otot atau yang biasa disebut miopati. FDA merekomendasikan penggunaan Simvastatin 80 mg harus dibatasi penggunaannya hal ini karena seperti yang aku sebutkan sebelumnya terjadinya miopati pada beberapa pasien yang mendapatkan simvastatin dosis tinggi, kecuali pada pasien yang telah mendapatkan simvastin 80 mg selama 12 bulan dan tidak terbukti adanya miopati. Dan menurut FDA lagi simvastatin 80mg tidak boleh diberikan pada mereka yang baru memperoleh terapi simvastatin untuk pertama kalinya termasuk untuk pasien yang telah menerima simvastatin dosis rendah sebelumnya. Menurut catatan FDA resiko miopati dan rhabdomyolisis (suatu keadaan terjadinya kerusakan pada otot sklelet) meningkat pada 1 tahun pertama penggunaan simvastatin 80mg dan pada pasien usia lanjut serta pada wanita (makanya kenapa penggunaan simvastatin 80mg masih diperbolehkan pada orang yang telah mendapat simvastatin 80mg selama 12 bulan hehe). (1)

Nah apabila salah satu orang terdekat kalian ada yang mendapatkan obat ini perlulah kira-kira diketahui salah satu tanda gejala rabdomyolisis ataupun miopati yang mungkin dapat muncul setelah penggunaan obat ini salah satu gejala yang muncul adalah nyeri otot, bengkak dan lemes (2) setelah mengkonsumsi obat ini, nah klo hal ini terjadi bisa langsung menghubungi dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Nah untuk mencegah ada baiknya buat temen-temen semua dalam membeli obat JANGAN SEMBARANGAN konsultasikan pada orang yang bener-bener mengerti tentang hal ini salah satunya adalah APOTEKER, jadi klo temen2 menerima resep tebuslah di Apotek yang ada APOTEKERnya, (klo ndak ada gmn. Ya lebih baik dipertimbangkan kembali deh hehehe) untuk menghidari hal-hal yang tidak diinginkan

nah itulah salah satu info obat yang bisa ane bagi gan, bikin artikel segini aja udah lumayan ngebul nih otak gan. Klo mau berdiskusi ataupun mau bertanya juga dipersilahkan lho!!

Erphamol dosis obat, erphamol

erphamol

dos 10 x 10 caplet 500 mg

Tersedia juga sediaan-sediaan berikut :

kandungan

tiap caplet Erphamol mengandung zat aktif (nama generik) sebagai berikut :

Paracetamol 500 mg/caplet

Sekilas tentang zat aktif (nama generik)

Paracetamol yang dikenal juga dengan nama acetaminophen adalah obat yang digunakan sebagai analgetic (pereda nyeri) dan antipiretik (penurun demam) yang bisa diperoleh tanpa resep dokter. Meskipun paracetamol memiliki efek anti inflamasi, obat ini tidak dimasukkan sebagai obat NSAID, karena efek anti inflamasinya dianggap tidak signifikan. Cara kerja paracetamol yang diketahui sekarang adalah dengan cara menghambat kerja enzim cyclooxygenase (COX). Enzim ini berperan pada pembentukan prostaglandin yaitu senyawa penyebab nyeri. Dengan dihambatnya kerja enzim COX, maka jumlah prostaglandin pada sistem saraf pusat menjadi berkurang sehingga respon tubuh terhadap nyeri berkurang. Paracetamol menurunkan suhu tubuh dengan cara menurunkan hipotalamus set-point di pusat pengendali suhu tubuh di otak.

Indikasi

Kegunaan Erphamol (paracetamol) adalah untuk pengobatan kondisi-kondisi berikut :

Erphamol (paracetamol) digunakan untuk menurunkan demam pada segala usia. Namun obat ini sebaiknya digunakan bila suhu tubuh sudah benar-benar tinggi dan membutuhkan terapi obat penurun panas. Rekomendasi WHO. penggunaan obat penurun panas dilakukan bila suhu tubuh lebih besar dari 38.5 °C (101.3 °F).

Untuk meredakan sakit kepala, sakit gigi dan nyeri ringan lainnya. Pada nyeri yang lebih berat seperti nyeri pasca operasi biasanya dikombinasikan dengan NSAID atau analgetic opioid.

Kombinasi paracetamol dengan kafein adalah obat lini pertama pada pengobatan migrain.

Paracetamol bisa dipilih untuk meredakan nyeri pada arthritis ringan, dengan efek yang sebanding dengan aspirin tetapi efek samping yang lebih ringan.

Obat ini adalah komponen utama pada obat flu dan pilek yang beredar luas di pasaran.

Kontra indikasi

jangan diberikan untuk pasien yang memiliki riwayat hipersensitif terhadap paracetamol.

Efek samping

Secara umum Erphamol (paracetamol) bisa ditoleransi dengan baik oleh sebagian besar orang, selama diberikan pada dosis yang dianjurkan. Berikut adalah beberapa efek samping Erphamol (paracetamol) yang mungkin terjadi :

Obat ini bisa menyebabkan kerusakan hati terutama jika penggunaanya melebihi dosis yang dianjurkan. Potensi efek samping ini meningkat pada orang-orang yang mengkonsumsi alkohol.

Efek samping ringan pada saluran pencernaan misalnya mual dan muntah. Pada penggunaan dosis yang lebih tinggi diketahui meningkatkan resiko terjadinya perdarahan lambung.

Efek samping pada ginjal relatif jarang. Namun pada penggunaan jangka panjang, dapat meningkatkan resiko kerusakan ginjal termasuk gagal ginjal akut.

Efek samping pada kulit kejadiannya jarang. Pada tahun 2013, FDA (US Food and Drug Administration) memperingatkan kemungkinan terjadinya efek pada kulit seperti sindrom stevens-johnson dan nekrolisis epidermal toksik akibat pemakaian paracetamol, meski hal ini sangat jarang namun bisa fatal jika terjadi.

Beberapa ahli menyarankan untuk menghindari penggunaan obat ini pada penderita asma terutama anak-anak, karena ada kemungkinan menyebabkan peningkatan resiko asma ataupun memperburuk penyakit asma yang telah diderita sebelumnya.

Reaksi hipersensitivitas akibat pemakaian obat ini sangat jarang, namun jika terjadi pertolongan medis harus segera diberikan karena bisa menyebabkan syok anafilaksis yang berakibat fatal

Beberapa ahli mengaitkan penggunaan paracetamol oleh ibu hamil, dengan resiko terjadinya asma pada anak-anak dan peningkatan ADHD. Namun paracetamol tetap dianjurkan sebagai obat pilihan pertama untuk nyeri dan demam selama kehamilan, meski tetap harus memperhatikan resikonya.

Baca dosis, efek terhadap wanita hamil, dan hal apa saja yang harus diperhatikan pasien selama menggunakan obat ini di halaman berikutnya…

Comsikla dosis obat, comsikla

comsikla

Ini adalah review terhadap obat dengan merk comsikla. di bagian akhir review ini juga disertakan tautan untuk mengetahui merk obat-obat lain dengan kandungan yang sama dengan comsikla.

golongan . obat keras

kemasan . botol 60 ml suspensi, dos 5 x 6 tablet forte

kandungan . (amoksisilin 500 mg + asam klavulanat 125 mg)/ tablet forte, (amoksisilin 125 mg + asam klavulanat 31.25 mg)/ 5 ml suspensi

Sekilas tentang zat aktif (generik name)

Coamoxiclav adalah antibiotik kombinasi antara Amoxicillin, antibiotik golongan ?-laktam dan asam klavulanat, penghambat enzim ?-laktamase. Kombinasi ini bertujuan untuk meningkatkan spektrum aksinya terhadap bakteri-bakteri yang memproduksi ?-laktamase yang resisten terhadap antibiotik amoxicillin. Coamoxiclav adalah bakteriolitik yang bekerja dengan cara menghambat sintesis dinding sel bakteri sehingga lintas hubungan antara rantai polimer peptidoglikan linier yang membentuk komponen utama dari dinding sel bakteri menjadi terganggu.

Indikasi comsikla

Kegunaan comsikla (Coamoxiclav ) adalah untuk mengobati infeksi yang disebabkan oleh kuman yang peka terhadap comsikla (Coamoxiclav ) seperti otitis media akut, faringitis yang disebabkan streptococcus . pneumonia, infeksi kulit, infeksi saluran kemih, infeksi Salmonella . Lyme disesase . dan infeksi klamidia. comsikla (Coamoxiclav ) juga digunakan untuk mencegah endokarditis yang disebabkan bakteri pada orang-orang berisiko tinggi saat perawatan gigi, untuk mencegah infeksi oleh Streptococcus pneumoniae dan infeksi bakteri lainnya. comsikla (Coamoxiclav ) sangat umum digunakan untuk infeksi saluran pernafasan bagian atas dan bawah, infeksi saluran kemih, saluran cerna, kulit dan jaringan lunak.

Kontra indikasi

comsikla (Coamoxiclav ) harus dihindari pada pasien hipersensitifitas pada comsikla (Coamoxiclav ) dan antibiotika penisillinum lainnya.

Efek Samping comsikla

kebanyakan efek samping comsikla (Coamoxiclav ) yang muncul adalah mual. muntah. ruam. dan antibiotik kolitis. kadang-kadang diare juga dapat terjadi. Efek samping yang jarang seperti perubahan mental, sakit kepala ringan. insomnia. kebingungan. kecemasan. kepekaan terhadap cahaya dan suara. dan berpikir tidak jelas. Perawatan medis harus segera diberikan jika tanda-tanda pertama dari efek samping muncul karena jika seseorang mengalami reaksi hipersensitivitas terhadap comsikla (Coamoxiclav ), dapat mengalami shock anafilaktik yang bisa berakibat fatal.

Perhatian

Hati-hati memberikan comsikla (Coamoxiclav ) pada penderita dengan fungsi hati dan ginjal yang rusak terutama pada pemakaian obat dalam jangka waktu panjang. Hentikan pemakaian comsikla (Coamoxiclav ) jika terjadi super infeksi yang biasanya terjadi pada saluran pencernaan (umumnya disebabkan Enterobacter . Pseudomonas, S. aureus Candida )

Toleransi terhadap kehamilan

Penelitian pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko pemakaian Coamoxiclav pada janin dan tidak ada studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada wanita hamil / Penelitian pada hewan telah menunjukkan efek buruk. namun studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada ibu hamil tidak menunjukkan risiko untuk janin dalam trimester berapapun.

interaksi obat

comsikla (Coamoxiclav ) berinteraksi dengan obat-obat seperti. Antikoagulan (misalnya. warfarin. dabigatran ), Allopurinol ( pengobatan asam urat ), antibiotik tertentu, obat kanker ( methotrexate ), obat urikosurik, dan vaksin tifoid

Dosis comsikla

comsikla (Coamoxiclav ) diberikan dengan dosis. dewasa dan anak > 12 tahun. infeksi ringan sampai sedang 3 x sehari 250 mg, infeksi berat 3 x sehari 500 mg; anak < 12 tahun. 25-50 mg/ kg BB/hari; anak 7-12 tahun. 3 x sehari 10 ml syrup atau 5 ml syrup forte; anak 2 -7 tahun. 3 x sehari 5 ml syrup; anak 9 bulan - 2 tahun. 3 x sehari 2. 5 ml syrup. Untuk pasien dengan fungsi ginjal yang buruk, monitor kadar obat dalam plasma dan urine harus dilakukan.

Artikel terkait

Just share lapistan, obat untuk atasi nyeri rematik hingga sakit gigi, lapistan

Deskripsi

Lapistan mengandung asam mefenamat. Asam mefenamat adalah obat anti inflamasi nonsteroid (NSAID) yang digunakan untuk mengobati nyeri ringan hingga sedang. Obat NSAID lainnya termasuk ibuprofen, indometacin, naproxen, dan diklofenak. Obat ini juga dapat digunakan untuk mengobati kram menstruasi dan kondisi lain yang ditentukan oleh dokter.

Obat ini hanya dapat diperoleh dengan resep dokter. Sebuah zat di dalam tubuh yang disebut siklooksigenase terlibat dalam produksi berbagai bahan kimia dalam tubuh, termasuk prostaglandin. Prostaglandin diproduksi sebagai respon terhadap cedera dan penyakit serta kondisi tertentu. Prostaglandin menyebabkan nyeri, pembengkakan, dan peradangan.

Asam mefenamat bekerja dengan menghalangi aksi siklooksigenase sehingga menghentikan produksi bahan kimia yang merupakan iritan.

Indikasi

1. Dysmenorrhea 2. Menorrhagia 3. Nyeri rematik 4. Nyeri otot 5. Sakit kepala 6. Migrain 7. Sakit gigi 8. Demam

Dosis

1. Dewasa dan anak lebih dari 14 tahun

Dosis awal: 500 mg Awalnya. Dosis lanjutan: 250 mg tiap 6 jam.

2. Anak lebih dari 6 bulan

Dosis umum: 6,5 mg/kg berat badan tiap 6-8 jam. Max: 7 hari.

Dosis umum: 500 mg 3 kali sehari selama 5 hari.

Komposisi

Mengandung asam mefenamat.

Dermaral dosis obat, dermaral

dermaral

dermaral dipasarkan dengan kemasan sebagai berikut :

kandungan

tiap kemasan dermaral mengandung zat aktif (nama generik) sebagai berikut :

Sekilas tentang zat aktif (nama generik)

Ketoconazole adalah obat anti jamur yang digunakan terutama untuk terapi lokal kandidiasis vagina dan untuk infeksi dermatofit. Obat ini termasuk golongan imidazole sintetik. Seperti semua agen antijamur azole, ketoconazole bekerja terutama dengan menghambat enzim sitokrom P450 14?-demethylase (P45014DM). Enzim ini berperan dalam jalur biosintesis sterol yang mengarah dari lanosterol ke ergosterol. Sebagai antiandrogen, mekanisme aksinya dibedakan menjadi dua. Pertama, memblokir biosintesis testicular dan adrenal androgen, sehingga terjadi penurunan tingkat sirkulasi testosteron. Kedua, ketoconazole adalah antagonis reseptor androgen, bersaing dengan androgen seperti testosteron dan dihidrotestosteron (DHT) untuk mengikat reseptor androgen. Namun efek ini dianggap cukup lemah, bahkan jika diberikan dalam dosis tinggi.

Indikasi

Berikut ini adalah beberapa kegunaan dermaral (ketoconazole) :

Sebagai obat anti jamur topikal untuk infeksi jamur pada kulit dan selaput mukosa, seperti athlete’s foot . kurap, infeksi dermatofita pada kulit atau kuku tangan (tidak pada kuku kaki), kandidiasis (infeksi jamur atau sariawan), dan tinea versikolor. Ketoconazole topikal juga digunakan sebagai pengobatan untuk ketombe (dermatitis seboroik pada kulit kepala) dan untuk dermatitis seboroik pada area lain dari tubuh.

Kontra indikasi

Jangan menggunakan dermaral untuk pasien yang memiliki riwayat hipersensitif pada ketoconazole atau obat golongan imidazole lainnya.

Efek samping

Berikut adalah beberapa efek samping dermaral (ketoconazole) :

Efek samping yang umum diantaranya iritasi, rasa terbakar, gatal, dan perih.

Pada Juli 2013, FDA (badan pengawas obat dan makanan amerika serikat) mengeluarkan peringatan bahwa ketoconazole oral dapat menyebabkan kerusakan hati yang parah dan masalah kelenjar adrenal. mereka menyarankan untuk tidak menggunakan obat ini sebagai pengobatan lini pertama untuk infeksi jamur apapun. Gunakan obat ini hanya jika terapi antijamur alternatif tidak tersedia atau tidak memberikan hasil yang baik. Namun efek samping ini belum ditemukan pada sediaan topikal seperti dermaral dan sediaan lain yang berupa krim, shampoo, busa, dan gel yang diaplikasikan pada kulit.

Perhatian

Hal-hal yang perlu diperhatikan pasien selama menggunakan obat ini adalah sebagai berikut :

Pemakaian harus dihentikan jika muncul ruam kulit atau tanda lain yang menunjukkan reaksi alergi.

Penggunaan oleh wanita hamil

FDA (badan pengawas obat dan makanan amerika serikat) mengkategorikan ketoconazole kedalam kategori C dengan penjelasan sebagai berikut :

Penelitian pada reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin dan tidak ada studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada manusia, namun jika potensi keuntungan dapat dijamin, penggunaan obat pada ibu hamil dapat dilakukan meskipun potensi resiko sangat besar.

Penelitian pada hewan memang tidak selalu bisa dijadikan dasar keamanan pemakaian obat terhadap wanita hamil. Namun fakta bahwa obat ini telah menunjukkan efek buruk pada janin hewan harus menjadi perhatian serius jika ingin menggunakan obat ini untuk wanita hamil. Disarankan sediaan oral hanya digunakan jika tidak ada pilihan lain yang lebih aman.

Namun pada sediaan topikal seperti krim, shampoo, busa, dan gel yang diaplikasikan pada kulit, obat ini relatif aman digunakan oleh wanita hamil.

Dosis dermaral

Dermaral (ketoconazole) diberikan dengan dosis sebagai berikut :

Oleskan pada tempat infeksi 1 x sehari.

lanjutkan pengobatan sampai beberapa hari setelah gejala hilang. Biasanya antara 2-4 hari.

Terkait

Jika informasi ini berguna, bagikan ke teman – teman anda

Ennamax dosis obat, ennamax

ennamax

ennamax dipasarkan dengan kemasan sebagai berikut :

Dos 100 tablet 4 mg

Dos 500 tablet 4 mg

kandungan

tiap kemasan ennamax mengandung zat aktif (nama generik) sebagai berikut :

Siproheptadin hidroklorida 4 mg / tablet

Sekilas tentang zat aktif (nama generik)

Cyproheptadine adalah obat yang digunakan untuk mengobati berbagai jenis alergi. Obat ini termasuk golongan antihistamin generasi pertama yang bermanfaat juga sebagai antikolinergik, antiserotonergic, dan sifat anestesi lokal. Histamin secara alami sudah ada dalam tubuh yang dapat menghasilkan berbagai reaksi alergi. Cyproheptadine bekerja dengan cara menghambat efek dari histamin sehingga berbagai reaksi alergi itu dapat dikurangi.

Indikasi

Kegunaan ennamax (siproheptadin) adalah untuk pengobatan kondisi-kondisi berikut :

Obat ini digunakan untuk mengurangi gejala-gejala alergi seperti, urtikaria (gatal-gatal), urtikaria idiopatik kronis, dan alergi kulit lainnya.

Untuk mengobati rhinitis alergi (hay fever), efektif untuk mengurangi gejala baik pada mata maupun hidung seperti. bersin, hidung meler, rasa gatal atau terbakar pada mata.

Juga digunakan untuk mengobati edema mukosa vasomotor, termasuk vasomotor rhinitis dan edema tenggorokan.

Ennamax (siproheptadin) juga digunakan dalam terapi kasus sedang sampai berat sindrom serotonin, suatu gejala yang kompleks akibat penggunaan obat serotonergik, (seperti selective serotonin reuptake inhibitor dan monoamine oxidase inhibitor ), dan dalam kasus tingginya kadar serotonin dalam darah yang dihasilkan oleh serotonin-producing carcinoid tumor .

Juga bisa digunakan sebagai tindakan pencegahan migrain pada anak-anak dan remaja.

Bisa meringankan disfungsi seksual yang diinduksi oleh penggunaan obat golongan selective serotonin reuptake inhibitor.

Berguna juga untuk menangani keringat berlebih akibat pemakaian obat tertentu.

Digunakan dalam pengobatan sindrom muntah siklik.

Selain berefek sebagai anti alergi, siproheptadin juga berefek sebagai antiserotonin. Efek ini menyebabkan meningkatnya nafsu makan sehingga dapat menyebabkan kenaikan berat badan, berguna untuk orang yang kekurangan berat badan. Namun kegunaan ini sering disalahgunakan dengan menambahkan obat ini di produk-produk herbal penambah berat badan ilegal.

Ennamax (siproheptadin) meningkatkan kualitas tidur, ketenangan, dan tingkat suasana hati dan energi, dan untuk meningkatkan gejala psikotik baik negatif ataupun positif dalam subkelompok penderita skizofrenia kronis yang tidak merespon terapi lain.

Ennamax (siproheptadin) dapat meningkatkan akatisia pada pasien yang sedang diterapi dengan obat-obatan antipsikotik.

Baca efek samping, efek obat terhadap wanita hamil, dan hal-hal yang harus diperhatikan pasien saat menggunakan obat ini di halaman berikutnya…

Conmycin dosis obat, conmycin

conmycin

kandungan

tetracycline hcl setara tetracycline 500 mg / kapsul

Sekilas tentang zat aktif (nama generik)

tetrasiklin (tetracycline) adalah antibiotik spektrum luas, aktif terhadap bakteri gram negatif mapun gram positif yang termasuk golongan antibiotik polyketide. tetrasiklin (tetracycline) bekerja dengan cara menghambat sintesis protein dengan mekanisme mengikat sub unit 30s ribosom bakteri sehingga introduksi asam amino pada rantai peptida yang baru terbentuk tidak terjadi.

Indikasi conmycin

Kegunaan conmycin (tetracycline) adalah untuk mengobati infeksi yang disebabkan oleh bakteri yang peka terhadap conmycin (tetracycline) seperti :

infeksi Kulit dan jaringan lunak. selulitis, furunkulosis, pastular dermatosis, dan acne

Infeksi saluran pernapasan. faringitis, sinusitis, tonsilitis, mastoiditas, ototis media, bakterial pneumonia, bronkitis, dan laringitis

infeksi telinga, hidung, tenggorokan

Infeksi saluran kemih dan kelamin. pielonefritis, sistitis, pielitis, prostalitis, uretritis, dan gonorrhoeae

Infeksi pada saluran pencernaan. gastrocateritis, disentri amuba dan basiler, diare disebabkan bakteri

demam tifoid

Infeksi karena pembedahan

conmycin (tetracycline) adalah antibiotik lini pertama untuk pengobatan Rickettsia . Lyme desease ( B. burgdorferi ). demam Q ( Coxiella ). psittacosis dan limfogranuloma venereum ( Chlamydia ). Mycoplasma pneumoniae dan nasal carriage meningococci

Kontra indikasi

Penggunaan antibiotik conmycin (tetracycline) harus dihindari pada pasien dengan riwayat mengalami reaksi hipersensitivitas pada conmycin (tetracycline) dan derivatnya.

Efek Samping conmycin

kebanyakan efek samping conmycin (tetracycline) yang muncul adalah mual, muntah, diare, radang lidah, radang usus, dermatitis, urtikaria

menghambat perkembangan gigi dan tulang termasuk untuk janin sehingga pemberian conmycin (tetracycline) untuk wanita hamil sebaiknya dihindari.

menyebabkan gigi kuning, abu-abu, coklat hingga hitam, terutama untuk bayi dan anak – anak dibawah 8 tahun

Menyebabkan efek fotosensitifitas pada kulit (paparan cahaya matahari secara intens sebaiknya dihindari selama pemakaian antibiotik ini)

conmycin (tetracycline) juga bisa menyebabkan kesulitan nafas dan shock anafilaksis pada beberapa orang yang peka

Perhatian

Hati-hati memberikan conmycin (tetracycline) pada penderita dengan fungsi hati dan ginjal yang rusak terutama pada pemakaian obat dalam jangka waktu panjang.

Jangan menggunakan conmycin (tetracycline) untuk manita hamil, ibu menyusui. bayi dan anak – anak di bawah umur 8 tahun

Toleransi terhadap kehamilan

Ada bukti positif pemberian tetrasiklin (tetracycline) beresiko pada janin manusia berdasarkan data – data reaksi yang merugikan yang dikumpulkan dari pengalaman penelitian atau data pemasaran dan studi pada manusia. namun jika potensi keuntungan bisa dijamin penggunaan obat pada ibu hamil bisa dilakukan meskipun potensi risiko sangat besar .

interaksi obat

conmycin (tetracycline) jika diberikan bersamaan dengan susu. yogurt. dan produk susu lainnya menjadi tidak aktif

Hal yang sama terjadi jika diberikan bersamaan dengan obat gangguan pencernaan ( antasida dan obat-obat mulas )

conmycin (tetracycline) sebaiknya tidak diberikan untuk pasien yang menggunakan methotrexate

Dosis conmycin

conmycin (tetracycline) diberikan dengan dosis :

dewasa. 1 – 2 gram sehari dibagi dalam 2 – 4 dosis

anak – anak > 8 tahun. 25 – 50 mg / kg BB / hari dalam 4 dosis

Untuk infeksi berat, dosis dapat ditingkatkan sampai 2 kalinya. obat sebaiknya diberikan 1 jam sebelum makan atau 2 jam sesudah makan

Terkait

Arthrifen dosis obat, arthrifen

arthrifen

Dos 100 tablet 200 mg

Botol 60 ml sirup

Tersedia juga sediaan arthrifen plus yang mengandung ibuprofen dikombinasikan dengan paracetamol .

kandungan

tiap kemasan arthrifen mengandung zat aktif (nama generik) sebagai berikut :

Ibuprofen 200 mg / tablet

Ibuprofen 100 mg / 5 ml sirup

Sekilas tentang zat aktif (nama generik)

Ibuprofen adalah obat yang termasuk nonsteroidal anti-inflammatory drug (NSAID). Dibandingkan dengan NSAID lainnya, obat ini salah satu anti inflamasi yang paling lemah sekaligus mengakibatkan efek samping yang paling ringan. Sama seperti NSAID lainnya, ibuprofen bekerja dengan cara menghambat kerja enzim siklooksigenase (COX). Enzim ini berfungsi untuk membantu pembentukan prostaglandin saat terjadinya luka dan menyebabkan rasa sakit dan peradangan. Dengan menghalangi kerja enzim COX, prostaglandin lebih sedikit diproduksi, yang berarti rasa sakit dan peradangan akan mereda.

Indikasi

Kegunaan arthrifen (ibuprofen) adalah untuk mengobati nyeri ringan sampai sedang misalnya :

Sakit gigi dan setelah cabut gigi

Sakit kepala termasuk migrain

Sakit pada telinga

Nyeri otot dan sendi termasuk nyeri akibat penyakit asam urat dan rematik

Nyeri akibat batu ginjal

Nyeri pasca operasi

Nyeri haid

Demam, termasuk demam setelah imunisasi

Kontra indikasi

jangan diberikan untuk pasien yang memiliki riwayat alergi terhadap ibuprofen, aspirin atau NSAID lainnya.

pasien yang akan atau telah menjalani operasi by-pass jantung sebaiknya jangan menggunakan arthrifen (ibuprofen).

obat ini juga dikontraindikasikan untuk pasien yang memiliki masalah ginjal, hati, pasien yang menderita asma, urtikaria, atau radang / tukak pada lambung atau usus.

Efek Samping

Dibandingkan NSAID lainnya, obat ini adalah obat pilihan pertama karena memiliki efek samping yang lebih ringan. Berikut adalah efek samping arthrifen (ibuprofen) :

efek samping arthrifen (ibuprofen) yang relatif ringan seperti sakit kepala, gugup dan muntah.

Efek samping yang lebih serius dapat berupa diare, hematemesis (muntah darah), hematuria (darah dalam urin), penglihatan kabur, ruam kulit, gatal dan bengkak.

seperti obat golongan NSAID lainnya, bisa meningkatkan resiko hipertensi, infark miokardial (serangan jantung), dan stroke terutama jika digunakan dalam jangka panjang dan dosis yang lebih tinggi.

Reaksi dermatologis diantaranya kulit lebih sensitif terhadap paparan cahaya tetapi efeknya paling lemah diantara NSAID lainnya. Sindrom Stevens-Johnson, dan nekrolisis epidermal toksik, yang dapat berakibat fatal, dapat terjadi selama pemakaian NSAID termasuk arthrifen (ibuprofen) meskipun kejadian ini sangat jarang. Pengobatan harus dihentikan jika tanda – tanda seperti ruam atau hipersensitivitas muncul.

NSAID termasuk arthrifen (ibuprofen) menyebabkan gangguan pada saluran gastrointestinal misalnya. perdarahan, ulserasi, dan perforasi lambung atau usus yang bisa berakibat fatal. Efek samping ini akan meningkat pada pemakaian dalam dosis tinggi dan waktu yang lama, dan pasien merokok atau minum alkohol.

Gangguan berat pada organ hati seperti penyakit kuning dan hepatitis, juga bisa terjadi terutama pada dosis tinggi dan durasi pemakaian yang lama. Jika tes hati yang abnormal menetap atau memburuk, jika tanda-tanda dan gejala yang konsisten dengan penyakit hati klinis terjadi, atau jika manifestasi sistemik terjadi (misalnya. eosinofilia, ruam, dan lain-lain), pemakaian obat ini harus dihentikan.

Baca dosis, efek terhadap wanita hamil, dan hal apa saja yang harus diperhatikan pasien selama menggunakan obat ini di halaman berikutnya…

Erphatrim dosis obat, erphatrim

erphatrim

Erphatrim adalah obat antibiotik yang digunakan untuk mengobati berbagai jenis infeksi seperti infeksi saluran pencernaan, pernafasan, saluran kemih dan berbagai jenis infeksi lainnya. Erphatrim mengandung cotrimoxazole, suatu obat antibiotik yang merupakan kombinasi trimethoprim dan sulfamethoxazole. Berikut ini adalah informasi lengkap Erphatrim yang disertai tautan merk-merk obat lain dengan nama generik yang sama.

pabrik

golongan

Harus dengan resep dokter

kemasan

Erphatrim dipasarkan dengan kemasan sebagai berikut :

dos 10 x 10 caplet

botol 1000 caplet

Tersedia juga sediaan-sediaan berikut :

kandungan

Tiap caplet Erphatrim mengandung zat aktif (nama generik) sebagai berikut :

trimethoprim 80 mg

sulfamethoxazole 400 mg

Sekilas tentang zat aktif (nama generik)

cotrimoxazole adalah antibiotik kombinasi trimethoprim dan sulfamethoxazole yang digunakan untuk mengobati berbagai macam infeksi bakteri. kombinasi ini dengan perbandingan satu bagian trimethoprim dan lima bagian sulfamethoxazole. Cotrimoxazole bekerja dengan cara menghambat enzim metabolisme asam folat pada bakteri yang peka. Trimethoprim sendiri adalah bakterisida sedangkan sulfamethoxazole adalah bakteriostatik. Dalam bentuk kombinasi, antibiotik ini berfungsi sebagai bakterisida. Cotrimoxazole bermanfaat untuk mengobati infeksi-infeksi oleh bakteri yang resisten sulfamethoxazole tapi masih peka terhadap trimethoprim.

Indikasi

Kegunaan Erphatrim (cotrimoxazole) adalah untuk pengobatan infeksi - infeksi berikut :

Infeksi saluran pernafasan. otitis media akut yang disebabkan oleh Streptococcus pneumoniae atau Haemophilus influenzae. Eksaserbasi akut bronchitis kronis yang disebabkan oleh pneumoniae atau H. influenzae, sebagai obat alternatif jika obat golongan penicillin tidak dapat digunakan.

Infeksi saluran pencernaan. sebagai pencegahan traveller diare yang disebabkan oleh bakteri E. coli, sebagai alternatif antibiotik golongan quinolon.

Infeksi saluran kemih. obat ini juga bermanfaat untuk pengobatan infeksi saluran kemih yang disebabkan bakteri coli, Klebsiella, Enterobacter, Morganella morganii, Proteus mirabilis, atau P. vulgaris.

Brucellosis dan kolera. obat ini adalah antibiotik alternatif untuk pengobatan brucellosis untuk pasien yang tidak bisa menggunakan tetracycline (misalnya anak-anak).

Infeksi mikobakteri. infeksi kulit yang disebabkan oleh Mycobacterium marinum juga bisa menggunakan antibiotik ini.

Pertusis. sebagai alternatif erythromycin.

Demam tifus dan infeksi Salmonella lain. umumnya demam tifus diobati dengan antibiotik golongan quinolon atau cephalosporin generasi ketiga seperti ceftriaxone dan cefotaxime, namun cotrimoxazole sering digunakan sebagai alternatifnya.

Selengkapnya lihat dosis.

Kontra indikasi

jangan menggunakan Erphatrim untuk pasien yang memiliki riwayat alergi terhadap trimethoprim dan sulfamethoxazole, atau obat-obat golongan sulfonamide lainnya).

Penggunaan obat ini untuk pasien dengan gangguan hati dan ginjal yang berat sebaiknya dihindari.

Jangan digunakan untuk wanita hamil terutama menjelang kelahiran, anak < 2 tahun (kecuali untuk pengobatan atau pencegahan pneumocytosis jiroveci (P. carinii) pada bayi dari usia empat minggu atau lebih).

Obat ini diketahui ikut keluar bersama air susu ibu, oleh karena itu pemakaian selama menyusui sebaiknya dikonsultasikan pada dokter.

Efek Samping

Berikut adalah beberapa efek samping yang mungkin terjadi saat menggunakan antibiotik ini :

Efek samping Erphatrim (cotrimoxazole) yang umum seperti mual, muntah, ruam, diare. demam, gatal nyeri otot dan sendi.

Reaksi alergi yang parah bisa terjadi bagi orang-orang yang sensitif terhadap obat-obat golongan sulfonamide termasuk Erphatrim (cotrimoxazole), seperti sindrom stevens-johnson, nekrolisis epidermal toksik, nekrosis hati fulminan, agranulositosis, anemia aplastik, dan diskrasia darah lainnya.

Hati-hati terhadap kemungkinan super infeksi pada saluran pencernaan yang disebabkan oleh pertumbuhan berlebihan jamur atau bakteri pada pencernaan.

Obat ini bisa menyebabkan hemolisis pada pasien yang kekurangan enzim glukosa-6-fosfat dehidrogenase (enzim yang berperan dalam produksi sel darah merah), terutama jika diberikan pada dosis yang tinggi.

Pada pasien lanjut usia, efek samping lebih rentan terjadi misalnya penekanan sumsum tulang dan penurunan trombosit (terutama jika obat ini diberikan bersamaan dengan diuretik jenis tiazid).

Perhatian

Hal-hal yang harus diperhatikan saat menggunakan obat ini adalah sebagai berikut :

Erphatrim (cotrimoxazole) harus dihentikan jika tanda-tanda awal reaksi alergi seperti ruam, gatal, sakit tenggorokan, demam, arthralgia, pucat, atau tanda-tanda lainnya muncul, karena jika terjadi bisa berakibat fatal.

Obat ini harus digunakan secara hati-hati pada pasien yang mempunyai penyakit asma bronkial.

Orang-orang yang kekurangan folat seperti pasien lanjut usia, pecandu alkohol, sedang menggunakan obat anti konvulsan, atau oang-orang yng mengalami malnutrisi, jika menggunakan Erphatrim (cotrimoxazole) harus mendapatkan perhatian serius.

seperti antibiotik lainnya obat ini harus digunakan sampai dosis yang disarankan habis. Jangan menghentikan pemakaian sebelum waktunya untuk menghindari terjadinya resistensi.

Pasien yang menggunakan antibiotik ini harus mengkonsumsi cukup cairan untuk mencegah kristaluria.

Toleransi terhadap kehamilan

FDA (badan pengawas obat dan makanan amerika serikat) mengkategorikan cotrimoxazole kedalam kategori C dengan penjelasan sebagai berikut :

Penelitian pada reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin dan tidak ada studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada manusia, namun jika potensi keuntungan dapat dijamin, penggunaan obat pada ibu hamil dapat dilakukan meskipun potensi resiko sangat besar.

Hasil studi pada hewan tidak selalu bisa dijadikan ukuran keamanan penggunaan obat pada manusia. Oleh karena penelitian secara klinis yang terkendali dengan baik belum dilakukan, penggunaan obat-obat yang mengandung cotrimoxazole oleh ibu hamil harus dikonsultasikan dengan dokter.

Baca dosis dan interaksi antibiotik ini jika digunakan dengan obat-obat lain di halaman berikutnya…

Glidanil dosis obat, glidanil

glidanil

kandungan

tiap kemasan glidanil mengandung zat aktif (nama generik) sebagai berikut :

Glibenclamide 5 mg / tablet

Sekilas tentang zat aktif (nama generik)

Glibenclamide atau glyburide adalah obat anti diabetes yang termasuk ke dalam golongan sulfonilurea. Glibenclamide bekerja dengan cara meningkatkan kalsium intraseluler dalam sel beta pankreas sehingga menstimulasi produksi insulin. Dengan peningkatan rasio insulin, maka glukosa yang diubah menjadi energi bertambah sehingga kadar gula darah menurun

Indikasi glidanil

Kegunaan glidanil (glibenclamide) adalah untuk pengobatan diabetes tipe 2 jika pengaturan pola makan saja tidak memberikan hasil yang memuaskan.

Kontra indikasi

Jangan menggunakan glidanil (glibenclamide) pada pasien yang mempunyai riwayat hipersensitif (alergi) terhadap glidanil (glibenclamide) atau obat-obat yang termasuk golongan sulfonilurea dan sulfonamide lainnya.

Glidanil (glibenclamide) juga dikontraindikasikan untuk orang-orang dengan defisiensi G6PD (enzim yang melindungi sel darah merah), karena obat ini menyebabkan hemolisis akut.

Orang-orang yang memiliki gangguan pada ginjal, hati, kelenjar adrenal atau kelenjar pituitari sebaiknya tidak menggunakan glidanil (glibenclamide).

Obat ini juga tidak disarankan jika anda akan menjalani operasi, memiliki infeksi berat, atau usia di atas 70 tahun.

Penderita diabetes tipe 1, prekoma dan koma diabetes atau pasien yang dalam urinenya terdapat senyawa keton (ketoasidosis) dilarang menggunakan obat ini.

Efek Samping glidanil

Efek samping glidanil (glibenclamide) biasanya terjadi pada saluran pencernaan seperti mual, muntah, diare, sembelit dan nyeri pada ulu hati.

Glidanil (glibenclamide) juga mempunyai efek samping seperti sakit kepala, demam, kenaikkan berat badan, dan reaksi alergi pada kulit terutama pada orang-orang yang peka.

Hati-hati dengan resiko terjadinya hipoglikemia (kadar gula darah yang terlalu rendah).

Perhatian

Gunakan glidanil (glibenclamide) setelah makan atau bersama makanan, biasanya pada makan pagi.

Jangan menggunakan glidanil (glibenclamide) pada penderita dengan gangguan fungsi hati, ginjal terutama gagal ginjal, dan pasien lanjut usia (di atas 70 tahun).

Jangan menggunakan glidanil (glibenclamide) tanpa resep dokter atau menggunakannya melebihi dosis yang dianjurkan karena obat ini beresiko menyebabkan penurunan kadar gula darah secara drastis (hipoglikemia) yang bisa berakibat fatal.

Karena resiko terjadinya hipoglikemia yang ditandai dengan tubuh yang lemah dan pusing, sebaiknya anda tidak menyalakan mesin atau mengemudi selama menggunakan glidanil (glibenclamide).

Jika anda sedang hamil atau anda ibu menyusui sebaiknya tidak menggunakan obat ini.

Pengobatan disaat stres sebaiknya menggunakan terapi suntikan insulin.

Pengaturan pola makan dan aktivitas olahraga mungkin akan membantu proses pengendalian gula darah anda.

Jika anda mengalami efek samping yang berat misalnya terjadi reaksi alergi atau anda lemas karena penurunan gula darah yang drastis segera hubungi pihak medis.

Toleransi terhadap kehamilan

penelitian pada reproduksi hewan tidak menunjukkan resiko pada janin dan tidak ada studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada wanita hamil / Penelitian pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin, tapi studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada wanita hamil tidak menunjukkan resiko pada janin di trimester berapapun.

Interaksi obat

glidanil (glibenclamide) berinteraksi dengan obat-obat berikut :

Alkohol, siklofosfamid, antikoagulan kumarin, inhibitor MAO, fenilbutazon, penghambat beta adrenergik, sulfonamid dapat meningkatkan efek hipoglikemia glidanil (glibenclamide).

Obat-obat kortikosteroid, diuretik tiazid, dan adreanalin dapat menurunkan efek hipoglikemia glidanil (glibenclamide).

Dosis glidanil

glidanil (glibenclamide) diberikan dengan dosis :

Dosis awal ? – 1 tablet / hari. Dapat ditingkatkan setiap 7 hari sampai kontrol gula darah tercapai.

Dosis awal usia lanjut dan gagal fungsi hati dan ginjal. ? tablet/hari.

Dosis tunggal maksimal. 10 mg 1 x sehari.

Dosis maksimum adalah 15 mg / hari dalam dosis bagi.

Gunakan obat ini setelah makan atau bersama makanan (saat sarapan atau makanan besar pertama).

Dosis dan durasi pemakaian akan sangat tergantung dari evaluasi dokter.

Dosis selengkapnya lihat glibenclamide .

Terkait

Jika informasi ini berguna, bagikan ke teman-teman anda

Harga obat futaderm salep antibiotic luka infeksi, futaderm

Home » Artikel » harga obat futaderm salep antibiotic luka infeksi

sederhana untuk membersihkan dan mengobati luka yang ter infeksi . Beberapa langkah-langkah penyembuhan luka secara sederhana adalah: 1) Sediakan larutan NaCl 0,9 %, Cefadrolix ( antibiotic ), Futaderm ( salep antibiotic luka infeksi ), bisa didapat.

Infeksi HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah suatu infeksi virus yang secara progresif menghancurkan sel-sel darah putih dan menyebabkan AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome). Stadium akhir dari infeksi HIV adalah AIDS.

Hampir semua anak pernah mengalami gangguan kulit, dari sekedar bentol hingga alergi kulit yang parah. Dan hampir semua anak pernah mengalami infeksi kulit akibat kuman, dari bisul hingga kutil.

Anak-anak dan orang dewasa yang mengalami infeksi saluran kemih (UTI) berulang biasanya diresepkan antibiotik jangka panjang untuk pencegahannya. Tetapi obat tersebut dapat memiliki efek samping dan dapat menyebabkan bakteri.

luka atau cidera yang terjadi di kepala. Analisis data yang dilakukan peneliti dari Amerika Serikat terhadap 42.000 anak yang mengalami luka di kepala, 35 persennya menjalani pemeriksaan CT scan, menunjukkan.

Infeksi virus hepatitis B telah lama dikenal keganasannya lantaran dapat berkembang menjadi ganas dan merusak organ hati. Tak hanya pada orang dewasa, bayi justru rentan tertular virus tersebut dan.

Infeksi di telinga anak tidak hanya mempengaruhi pendengarannya, tapi juga kemampuannya mengecap rasa. Karena lidahnya jadi kurang sensitif terhadap rasa manis, anak jadi lebih banyak makan gula dan lebih.

lebih tua dengan infeksi kandung kemih biasanya mengalami rasa sakit selama buang air kecil, keinginan untuk buang air kecil dengan sering dan segera, dan rasa sakit pada bagian kandung kemih.

Infeksi telinga yang terjadi pada anak tidak bisa diremehkan, karena hal ini dapat menyebabkan gendang telinga pecah. Bagaimana cara untuk mengatasinya? Penyakit ini disebabkan oleh radang tenggorokan yang tidak.

Orang dengan Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS) yang rentan terhadap berbagai jenis penyakit infeksi termasuk dari makanan pathogens. Mereka mempunyai risiko yang lebih tinggi dari pada orang sehat sebagai individu.

akibat luka yang menimbulkan kejang-kejang). 2. BCG (Bacillus Calmette Guerin) Vaksin ini wajib diberikan yang gunanya mencegah penyakit TB (Tuberkulosis). Vaksin BCG bisa 80 persen efektif mencegah TBC selama jangka.

juga bisa menganjurkan polysomnogram, dimana oksigen di dalam darah diukur dan anak tersebut diamati ketika sedang tidur. PENGOBATAN Dokter bisa memberikan antibiotik jika mereka berpikir infeksi bakteri kemungkinan penyebab pembesaran.

Ethimox dosis obat, ethimox

ethimox

ethimox dipasarkan dengan kemasan sebagai berikut :

dos 10 x 10 kaplet 500 mg

botol 60 ml syrup kering

botol 60 ml syrup forte

kandungan

setiap kemasan ethimox mengandung zat aktif sebagai berikut :

Amoxicillin basa 500 mg/kaplet

Amoxicillin basa 125 mg/ 5 ml syrup kering

Amoxicillin basa 250 mg/ 5 ml syrup forte

Sekilas tentang zat aktif (nama generik)

amoksisilin (Amoxicillin) adalah antibiotik golongan beta laktam yang termasuk keluarga penisillinum. Antibiotik ini mempunyai spektrum sedang, aktif terhadap bakteri gram negatif maupun gram positif. amoksisilin (Amoxicillin) adalah bakteriolitik yang bekerja dengan cara menghambat sintesis dinding sel bakteri sehingga lintas hubungan antara rantai polimer peptidoglikan linier yang membentuk komponen utama dari dinding sel bakteri menjadi terganggu.

Indikasi

Kegunaan ethimox (Amoxicillin) adalah untuk mengobati infeksi yang disebabkan oleh kuman yang peka terhadap amoxicillin seperti otitis media akut, faringitis yang disebabkan streptococcus . pneumonia, infeksi kulit, infeksi saluran kemih, infeksi Salmonella . Lyme disease . dan infeksi klamidia.

Obat ini juga digunakan untuk mencegah endokarditis yang disebabkan bakteri pada orang-orang berisiko tinggi saat perawatan gigi, untuk mencegah infeksi oleh Streptococcus pneumoniae dan infeksi bakteri lainnya.

ethimox (Amoxicillin) sangat umum digunakan untuk infeksi saluran pernafasan bagian atas dan bawah, infeksi saluran kemih, saluran cerna, kulit dan jaringan lunak.

Kontra indikasi

Ethimox (Amoxicillin) harus dihindari pada pasien hipersensitifitas pada amoxicillin dan antibiotik betalaktam lainnya seperti penisillinum dan cephalosporin.

Efek Samping

kebanyakan efek samping ethimox (Amoxicillin) yang muncul adalah mual, muntah, ruam, dan antibiotik kolitis.

kadang-kadang diare juga dapat terjadi.

Efek samping yang jarang seperti perubahan mental, sakit kepala ringan, insomnia, kebingungan, kecemasan, kepekaan terhadap cahaya dan suara, dan berpikir tidak jelas.

Perawatan medis harus segera diberikan jika tanda-tanda pertama dari efek samping muncul karena jika seseorang mengalami reaksi hipersensitivitas terhadap amoxicillin, dapat mengalami shock anafilaktik yang bisa berakibat fatal.

Perhatian

Hati-hati memberikan ethimox (Amoxicillin) pada penderita dengan fungsi hati dan ginjal yang rusak terutama pada pemakaian obat dalam jangka waktu panjang.

Hentikan pemakaian ethimox (Amoxicillin) jika terjadi super infeksi yang biasanya terjadi pada saluran pencernaan (umumnya disebabkan oleh Enterobacter . Pseudomonas, S. aureus Candida )

Antibiotik golongan penicillin termasuk amoxicillin telah diketahui ikut keluar bersama air susu ibu (ASI). Oleh karena itu, jika ethimox (Amoxicillin) digunakan untuk ibu menyusui, perlu dikonsultasikan dengan dokter. Untuk menghindari efek sensitivitas ethimox (Amoxicillin) terhadap bayi, penggunaan antibiotik ini harus dilakukan dengan jarak yang cukup dengan saat menyusui.

Toleransi terhadap kehamilan

Penelitian pada reproduksi hewan tidak menunjukkan resiko pemakaian amoksisilin (Amoxicillin) pada janin dan tidak ada studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada wanita hamil / Penelitian pada hewan telah menunjukkan efek buruk. namun studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada ibu hamil tidak menunjukkan resiko untuk janin pada trimester berapapun.

interaksi obat

Obat-obat dengan kandungan zat aktif amoxicillin termasuk ethimox berinteraksi dengan obat-obat lain sebagai berikut :

Penggunaan bersamaan antara amoxicillin dan probenesid dapat meningkatkan kadar amoxicillin dalam darah.

Perpanjangan protrombin time secara tidak normal telah diketahui pada penggunaan amoxicillin bersamaan dengan antikoagulan oral misalnya warfarin dan dabigatran. Jika obat-obat antikoagulan diresepkan bersamaan dengan amoxicillin, pemantauan yang ketat harus dilakukan. Jika diperlukan penyesuaian dosis antikoagulan harus dilakukan.

Allopurinol meningkatkan potensi terjadinya ruam jika diberikan bersamaan dengan amoxicillin.

Antibiotik amoxicillin bisa mempengaruhi flora usus, yang menyebabkan penurunan kemampuan usus untuk reabsorpsi estrogen sehingga menurunkan efektivitas obat kontrasepsi oral yang mengandung estrogen.

Antibiotik-antibiotik golongan kloramfenikol, makrolid, sulfonamid dan tetrasiklin disinyalir menurunkan efektivitas antibiotik penicillin termasuk amoxicillin.

Dosis ethimox

ethimox (Amoxicillin) diberikan dengan dosis :

dewasa dan anak 20 kg atau lebih. 250-500 mg setiap 8 jam secara oral.

sirup kering. anak > 8 kg. 125-250 mg tiap 8 jam.

Untuk pasien dengan fungsi ginjal yang buruk, monitor kadar obat dalam plasma dan urine harus dilakukan.

dosis selengkapnya lihat amoxicillin .

Terkait

Jika informasi ini berguna bagikan ke teman-teman anda

Bufamoxy dosis obat, bufamoxy

bufamoxy

kemasan

bufamoxy dipasarkan dengan kemasan sebagai berikut :

dos 10 x 10 kapsul 500 mg

botol 60 ml syrup kering

botol 250 biji kapsul 250 mg

kandungan

setiap kemasan bufamoxy mengandung zat aktif sebagai berikut :

Amoxicillin trihidrat setara Amoxicillin 500 mg/kapsul

Amoxicillin trihidrat setara Amoxicillin 125 mg/ 5 ml syrup kering

Amoxicillin trihidrat setara Amoxicillin 250 mg/ kapsul

Sekilas tentang zat aktif (nama generik)

amoksisilin (Amoxicillin) adalah antibiotik golongan beta laktam yang termasuk keluarga penisillinum. Antibiotik ini mempunyai spektrum sedang, aktif terhadap bakteri gram negatif maupun gram positif. amoksisilin (Amoxicillin) adalah bakteriolitik yang bekerja dengan cara menghambat sintesis dinding sel bakteri sehingga lintas hubungan antara rantai polimer peptidoglikan linier yang membentuk komponen utama dari dinding sel bakteri menjadi terganggu.

Indikasi

Kegunaan bufamoxy (Amoxicillin) adalah untuk mengobati infeksi yang disebabkan oleh kuman yang peka terhadap amoxicillin seperti otitis media akut, faringitis yang disebabkan streptococcus . pneumonia, infeksi kulit, infeksi saluran kemih, infeksi Salmonella . Lyme disease . dan infeksi klamidia.

Obat ini juga digunakan untuk mencegah endokarditis yang disebabkan bakteri pada orang-orang berisiko tinggi saat perawatan gigi, untuk mencegah infeksi oleh Streptococcus pneumoniae dan infeksi bakteri lainnya.

bufamoxy (Amoxicillin) sangat umum digunakan untuk infeksi saluran pernafasan bagian atas dan bawah, infeksi saluran kemih, saluran cerna, kulit dan jaringan lunak.

Kontra indikasi

Bufamoxy (Amoxicillin) harus dihindari pada pasien hipersensitifitas pada amoxicillin dan antibiotik betalaktam lainnya seperti penisillinum dan cephalosporin.

Efek Samping

kebanyakan efek samping bufamoxy (Amoxicillin) yang muncul adalah mual, muntah, ruam, dan antibiotik kolitis.

kadang-kadang diare juga dapat terjadi.

Efek samping yang jarang seperti perubahan mental, sakit kepala ringan, insomnia, kebingungan, kecemasan, kepekaan terhadap cahaya dan suara, dan berpikir tidak jelas.

Perawatan medis harus segera diberikan jika tanda-tanda pertama dari efek samping muncul karena jika seseorang mengalami reaksi hipersensitivitas terhadap amoxicillin, dapat mengalami shock anafilaktik yang bisa berakibat fatal.

Perhatian

Hati-hati memberikan bufamoxy (Amoxicillin) pada penderita dengan fungsi hati dan ginjal yang rusak terutama pada pemakaian obat dalam jangka waktu panjang.

Hentikan pemakaian bufamoxy (Amoxicillin) jika terjadi super infeksi yang biasanya terjadi pada saluran pencernaan (umumnya disebabkan oleh Enterobacter . Pseudomonas, S. aureus Candida )

Antibiotik golongan penicillin termasuk amoxicillin telah diketahui ikut keluar bersama air susu ibu (ASI). Oleh karena itu, jika bufamoxy (Amoxicillin) digunakan untuk ibu menyusui, perlu dikonsultasikan dengan dokter. Untuk menghindari efek sensitivitas bufamoxy (Amoxicillin) terhadap bayi, penggunaan antibiotik ini harus dilakukan dengan jarak yang cukup dengan saat menyusui.

Toleransi terhadap kehamilan

Penelitian pada reproduksi hewan tidak menunjukkan resiko pemakaian amoksisilin (Amoxicillin) pada janin dan tidak ada studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada wanita hamil / Penelitian pada hewan telah menunjukkan efek buruk. namun studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada ibu hamil tidak menunjukkan resiko untuk janin pada trimester berapapun.

interaksi obat

Obat-obat dengan kandungan zat aktif amoxicillin termasuk bufamoxy berinteraksi dengan obat-obat lain sebagai berikut :

Penggunaan bersamaan antara amoxicillin dan probenesid dapat meningkatkan kadar amoxicillin dalam darah.

Perpanjangan protrombin time secara tidak normal telah diketahui pada penggunaan amoxicillin bersamaan dengan antikoagulan oral misalnya warfarin dan dabigatran. Jika obat-obat antikoagulan diresepkan bersamaan dengan amoxicillin, pemantauan yang ketat harus dilakukan. Jika diperlukan penyesuaian dosis antikoagulan harus dilakukan.

Allopurinol meningkatkan potensi terjadinya ruam jika diberikan bersamaan dengan amoxicillin.

Antibiotik amoxicillin bisa mempengaruhi flora usus, yang menyebabkan penurunan kemampuan usus untuk reabsorpsi estrogen sehingga menurunkan efektivitas obat kontrasepsi oral yang mengandung estrogen.

Antibiotik-antibiotik golongan kloramfenikol, makrolid, sulfonamid dan tetrasiklin disinyalir menurunkan efektivitas antibiotik penicillin termasuk amoxicillin.

Dosis bufamoxy

bufamoxy (Amoxicillin) diberikan dengan dosis :

dewasa dan anak 20 kg atau lebih. 250-500 mg setiap 8 jam secara oral.

sirup kering. anak > 8 kg. 125-250 mg tiap 8 jam.

Untuk pasien dengan fungsi ginjal yang buruk, monitor kadar obat dalam plasma dan urine harus dilakukan.

dosis selengkapnya lihat amoxicillin .

Terkait

Jika informasi ini berguna bagikan ke teman-teman anda